Nilai Lebih Jarimatika
a. Alatnya tidak perlu dibeli, selalu tersedia setiap saat dan tidak dapat disita saat ujian
b. Mengasah otak tanpa memberatkan memori dengan bayangan, dll.
c. Melatih motorik anak melalui gerakan jari
d. Prosesnya menarik bagi anak; gerak tangan memiliki daya tarik tersendiri di mata anak
Sebagai gambaran: dalam Jarimatika tangan kanan digunakan untuk satuan dan tangan kiri digunakan puluhan dan ratusan.
Angka 1 diwakili oleh jari telunjuk, 2 diwakili jari telunjuk dan jari tengah demikian seterusnya sampai 4 ditunjukkan ketika jari telunjuk sampai kelingking terbuka. Angka 5 diwakili oleh jempol saja. Lalu 6 ditunjukkan dengan jempol dan telunjuk, demikian seterusnya hingga angka 9 ditunjukkan jika semua jari tangan kanan terbuka.
Contoh : 1 + 5 + 3 – 2 = 7
1 (buka jari telunjuk)
+5 (buka jempol)
+3 (buka jari tengah, jari manis, kelingking)
-2 (tutup jari kelingking dan jari manis)
Sampai di sini kita akan mendapati jempol, jari telunjuk dan jari tengah terbuka dan ini menunjukkan angka 7. Telunjuk n jari
tengah (angka 8) sama dengan 4. Dalam 10 jari tangan kanan dan kiri khan ada jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking. Jika sudah terbiasa, maka dengan sendirinya jari-jari akan bergerak dengan lincah. Belajar matematika tak lagi membosankan dengan jarimatika. Teknik jarimatika adalah salah satu cara berhitung dengan menggunakan alat bantu jari tangan. Ini tak seperti metode pengajaran matematika yang terkesan rumit. Metode berhitung cepat tersebut sangat digemari kaum ibu maupun anak-anak. Agar dapat berhitung dengan lancar, peserta harus menghafal istilah-istilah untuk setiap angka, serta membedakan penggunaan jari tangan kanan maupun jari tangan kiri. Teknik ini juga diminati ibu rumah tangga. Dengan menguasai jarimatika diharapkan pula dapat menjadi jembatan untuk dapat mengenali matematika sedini mungkin pada anak-anak. Memang, adanya jarimatika membuat pelajaran matematika tak lagi menjadi momok menakutkan. Proses belajar-mengajar yang berlangsung dalam suasana menyenangkan, jelas membuat anak-anak usia dini dapat menguasai metode jarimatika dengan cepat.
Tahapan-tahapan metode pelatihan jarimatika adalah sebagai berikut:
Mengapa Anak Perlu Menguasai Ketrampilan Berhitung?
Di samping kemampuan membaca, ketrampilah berhitung adalah salah satu ketrampilan dasar yang perlu dikuasai oleh anak-anak. Bila ketrampilan membaca dapat memperluas cakrawala anak-anak, maka berhitung juga mempunyai banyak manfaat, diantaranya:
1. Agar anak dapat lebih memahami alam semesta dan hukum-hukum yang berlaku di dalamnya
2. Agar anak dapat melakukan perencanaan dan evaluasi dengan baik saat dewasa nanti
3. Agar anak-anak dapat membuat rancangan dan konstruksi dengan benar
4. Yang juga tidak kalah penting adalah agar anak-anak dapat berlaku adil
5. Kemudian agar mereka bisa berbelanja dengan benar
6. Lalu juga agar mereka tidak mudah ditipu
7. Dan tentu masih banyak lagi pentingnya bagi kehidupan anak
Begitu pentingnya keterampilan berhitung ini, sehingga orang tua secara sadar maupun tidak seringkali memaksa anak untuk segera menguasai berhitung dengan baik.
1. Begitu semangatnya orang tua dalam mendorong anak agar pandai berhitung,
Peserta diberikan 15 soal kemudian dijawab secara konvensional dan direcord
Peserta pelatihan diberikan teori dan formula jarimatika dalam operasi penjumlahan dan pengurangan, setelah itu diberikan latihan-latihan
Peserta pelatihan diberikan soal yang mempunyai level kesulitan sama dengan pre-test dan dijawab dengan jarimatika kemudian di record
Hasil pre-test dan post-test pelatihan jarimatika dilakukan dengan praktek langsung
acap kali kemudian menjadi kurang proposional. Orang tua mulai panik kalau anaknya dinilainya terlambat menguasai ketrampilan berhitung. Apalagi bila orang tua melihat anak-anaknya yang sebaya sudah banyak yang menguasai ketrampilan berhitung dengan baik, kepanikan bisa berkembang menjadi kejengkelan dan kemarahan.
2. Padahal seperti halnya ketrampilan yang lain, untuk dapat berhitung dengan baik diperlukan suatu proses.
3. Anak perlu untuk memahami bilangan dan proses membilang
4. Kemudian mulai dikenalkan dengan lambang bilangan
5. Setelah itu diajarkan konsep operasi hitung
6. Baru kemudian dikenalkan aneka cara dan metode melakukan perhitungan.
Mengapa disebut jarimatika?
Karena kita akan memanfaatkan jari-jari tangan untuk alat bantu menyelesaikan Aritmatika (dalam hal ini proses berhitung): Kali, Bagi, Tambah, dan Kurang atau biar keren disingkat dengan KaBaTKu.
Apa nilai lebihnya?
1. Jarimatika memberikan visualisasi proses berhitung, hal ini akan membuat anak mudah melakukannya.
2. Gerakan jari-jari tangan akan menarik minat anak. Mungkin mereka menanggapinya lucu, yang jelas mereka akan melakukannya dengan gembira.
3. Jarimatika relatif tidak memberatkan memori otak saat digunakan.
Operasi Perkalian dengan Metode Jarimatika
Kalau dalam operasi penjumlahan dan pengurangan, penyebut bilangan dengan jari dimulai jari telunjuk kanan sebagai bilangan awal (satuan) dan jari kanan sebagai bilangan puluhan, maka dalam perkalian dan pembagian ini, penyebut bilangangan dimulai dari jari kelingking sebagai bilangan terkecil dan ibu jari sebagai bilangan terbesar. Ini untuk membedakan operasi penjumlahan dan pengurangan dengan operasi perkalian dan pembagian.
Bilangan-bilangan pada operasi perkalian ini terbagi dalam kelas atau kelompok besar, yaitu: kelas 6 s/d 10, 11 s/d 15, 16 s/d 20, 21 s/d 25, 26 s/d 30, 31 s/d 35, 36 s/d 40, 41 s/d 45, 46 s/d 50, 51 s/d 60 dan seterusnya. bilangan pada pada masing-masing jari tidak selalu sama, tetapi disesuaikan dengan kelas-kelas, misalnya pada kelas 6 s/d 10 jari kelingking mempunyai nilai 6, jari manis mempunyai nilai 7, dan seterusnya. Demikian pula dengan metode penghitung dan rumus penerapan bergantung pada kelas dimana operasi itu berlangsung. Karena dalam penerapan metode jarimatika terdapat beberapa kelompok atau kelas bilangan maka dalam penelitian ini peneliti hanya membahas kelompok bilangan 6 s/d 10, 11 s/d 15, dan 16 s/d 20 yaitu pada perkalian bilangan 1 angka dikali 1 angka, 1 angka dikali 2 angka, dan 2 angka dikali 2 angka.
1. Perkalian bilangan 1 angka dengan bilangan 1 angka
Formasi jarimatika perkalian (bilangan 6-10)
1. Jari kelilingking ditutup, jari yang lain dibuka nilainya = 6
2. Kelingking dan jari manis ditutup, jari yang lain dibuka nilainya = 7
3. Kelingking, jari manis dan jari tengah ditutup, jari yang lain dibuka nilainya
= 8
4. Kelingking, jari manis, jari tengah, dan telunjuk ditutup, ibu jari dibuka nilainya = 9
5. Semua jari ditutup nilainya = 10
Rumus dasar: (T1 + T2) + (B1 B2)
Ketarangan:
T1 = jari tangan kanan yang ditutup (puluhan)
T2 = jari tangan kiri yang ditutup (puluhan)
B1 = jari tangan kanan yang dibuka (satuan)
B2 = jari tangan kiri yang dibuka (satuan)
Contoh 1:
7 × 8 =.........
7 × 8 = (T1 + T2) + (B1 B2)
= (20 + 30) + (2 × 2)
= 50 + 4
= 54
Tangan kanan (7) : kelingking dan jari manis ditutup (dilipat)
Tangan kiri (8) : kelingking, jari manis, dan jari tengah ditutup
7 × 8 dapat diselesaikan sebagai berikut. Jari yang ditutup bernilai puluhan dijumlahkan. Jari yang terbuka bernilai satuan, dikalikan.
Contoh 2:
6 × 7 = (T1 + T2) + (B1 B2)
= (10 + 20) + (4 × 3)
= 30 + 12
= 42
Catatan:
Dalam perkalian satuan, hendaknya perkalian dasar 1 s/d 5 dihafal betul agar memudahkan dalam proses berhitung perkalian 2 digit.
2. Perkalian bilangan 1 angka dikali 2 angka
Formasi jarimatika perkalian (bilangan 11 – 15)
Formasi jarimatika perkalian (bilangan 16-20)
1. Jari kelilingking ditutup , jari yang lain dibuka nilainya = 11, 16
2. Kelingking dan jari manis ditutup, jari yang lain dibuka nilainya = 12, 17
3. Kelingking,jari manis dan jari tengah ditutup,jari yang lain dibuka nilainya = 13, 18
4. Kelingking,jarimanis,jaritengah,dan telunjuk ditutup ibujari dibuka nilainya = 14,19 semua jari ditutup nilainya = 15, 20
5. Perkalian bilangan 1 angka dikali 2 angka dengan metode jarimatika dapat mengunakan kombinasi perkalian antara kelompok bilangan, dalam kombinasi ini digunakan rumus dasar mencakup faktor perkalian bilangan 6 dikali bilangan 10-15 mengunakan rumus sebagai berikut:
5P + (S1 S2)
Rumus dasar kombinasi:
10P + (S1 S2)
Dan perkalian bilangan 1 angka dikali 2 angka dengan metode jarimatika mencakup faktor perkalian bilangan 6-9 dikali bilangan 16-20 mengunakan rumus dasar sebagai berikut
Rumus dasar kombinasi:
Keterangan:
5&10 = faktor perkalian tetap
P = jari tangan kanan yang ditutup (satuan)
S1 = jari tangan kanan yang ditutup (satuan)
S2 = jari tangan kiri yang ditutup (satuan)
Catatan:
Jika faktor bilangan yang dikali terdapat satuan kurang dari 5, maka angka satuan tersebut terlebih dahulu harus disamakan sesuai bilangan indeksnya (ditambah 5).
Contoh: 7 memiliki satuan kurang dari 5, maka angka satuan tersebut terlebih dahulu diindeks, sehingga menjadi nilai 8 yang berasal dari (3+5).
6 20 = .......
6 20 = 10P + (S1 S2)
= 10(6) + (6 10)
= 60 + 60
= 120
7 14 = .......
7 14 = 5P + (S1 S2)
= 5(7) + (7 9)
= 35 + 63
= 98
Contoh:
Ingat!
Jika dalam faktor bilangan yang dikali terdapat bilangan 0 (nol), maka bilangan tersebut harus diganti dengan bilangan 10. dengan demikian, perkalian tetap memberikan nilai.
Pada perkalian 2 angka dikali 2 angka mencakup faktor perkalian bilangan 11-15 dikali bilangan 11 – 15 dapat mengunakan rumus yaitu:
100 + (T1 + T2) + (S1 × S2)
Rumus:
Keterangan:
T1 = jari tangan kanan yang ditutup (puluhan)
T2 = jari tangan kiri yang ditutup (puluhan)
S1 = jari tangan kanan yag ditutup (satuan)
S2 = jari tangan kiri yang ditutup (satuan)
200 + (T1 + T2) + (S1 × S2)
Dan faktor perkalian bilangan 16 dikali bilangan 16 – 20 dapat mengunakan rumus yaitu:
Rumus:
Keterangan:
T1 = jari tangan kanan yang ditutup (puluhan)
T2 = jari tangan kiri yang ditutup (puluhan)
S1 = jari tangan kanan yag ditutup (satuan)
S2 = jari tangan kiri yang ditutup (satuan)
Tangan Kanan -> Satuan dan
Tangan Kiri -> Puluhan
Dalam perkalian bilangan 2 angka dikali 2 angka dengan metode jarimatika dapat mengunakan kombinasi perkalian antara kelompok bilangan, mencakup faktor perkalian bilangan 11–15 dikali bilangan 16-20 mengunakan.
( 10T1 + 5T2) + (S1 S2)
Rumus dasar kombinasi:
Keterangan:
T1 = nilai puluhan pada bilangan pengali
S1 & S2 = nilai satuan pada jari kanan dan kiri
T2 = nilai satuan pada bilangan yang dikali
Adapun rumus pembagian dalam jarimatika sebagai berikut:
Rumus dasar: (NS + 10):S1 = S2
Keterangan
NS = nilai satuan dari bilangan yang dibagi
S1 = satuan pembagi (jari yang dibuka)
S2 = hasil bilangan (jari yang tertutup)
Cara Perhitungan Sederhana
Formula Gabungan
Setelah sampai di TEMAN KECIL dan TEMAN BESAR, berarti perjalanan jarimatika kita tinggal seperempat langkah lagi. Formula gabungan yaitu rumus yang menggabungkan antara formula 1 (Teman Kecil) dengan formula 2 (teman besar), sepakat kita namakan dengan formula 3.
Pada kondisi apa kita menggunakan rumus ini?
Ketika melakukan penjumlahan dan kita bertemu dengan satuan bilangan yang ditambah antara 5-8 dan faktor penambahannya 6 ke atas.
Sedangkan dalam operasi pengurangan, kita gunakan rumus ini apabila faktor yang dikurang adalah 10 atau lebih, sedangkan faktor pengurangnya 5 atau lebih.
